Ada banyak hal yang ku telah alami di dunia ini, saat dimana
ingin pergi ke suatu tempat bersama teman-teman dan menikmatinya, saat sedih
tingkat dewa yang menggallu hingga tak henti-hentinya menitikkan air mata, saat
dimana aku tenggelam dengan urusan kerja hingga aku tak sempat menikmati diriku
sendiri, sedih senang dan di saat yang datar-datar saja terlewatkan dengan
emosi yang sempurna sesuai dengan kejadiannya, begitu juga dengan percintaan,
meski bagaimanapun dan dimanapun rasa bosan pada sang pacar, rasa dimana kita
sangat mencintai dan saat dimana kita mulai bosan dan sangat jenuhpun pasti
terjadi, tapi bukan artinya setelah kita mengikat janji berpacaran tak aakan
ada rasa cinta saja? Pasti juga ada berbagai rasa disana^^.
Hal itu pula yang telah terjadi pada hubunganku saat ini
dengan someone yang ku sebut panda, seorang yang hadir dengan indah di
kehupanku, seorang yang membuat aku berani bermimpi di saat teriknya matahari,
seorang yang dari nya aku belajar banyak hal, hal tertawa menangis, belajar
cara, cara unik untuk berbohong dan cara terkeren untuk mati.
Hari-hari indah dan suram terjalani bersama, duniapun paham
dan tak akan bertanya lagi, dimana panda pasti disitu cemara, detik-detik yang
terlewatkan bersama sangat berharga, akupun mulai menyusun rencana indah untuk menjalani
hidup berdua dimasa depan yang akan keren pada waktunya, oke ini yang pertama seteleh berjuta jalinan yang
ku lalui, kita sudah 1 tahun lebih dan apa salahnya untuk membuat rencana
bersama.
Kitapun seakan punya pertalian bathin yang keren, ketika
dimana aku akan sesak sekali dengan perasaan rindu yang menghujam, dia akan
dating menemuiku, begitu pula ia, disaat perasaaan sangat kerinduan yang ia
rasakan aku akan merasakan nya dengan sebaik mungkin, sungguh perasaan yang
keren yang kini aku berumur 20 dan aku baru merasakannnya bagiku itu sangat…. Sangat…
hingga tenggelam .
Tetapi entahhh…….Seseorang yang lumayan berpengaruh di
hidupku, dan dia begitu saja berkata “aku sudah tak cinta lagi, jangan lagi ada
disini dan tolong lupakan aku segera”.
Dan aku ? apa yang ku lakukan?, aku memohon dengan sekuat tenagaku,
mengemis dengan tumpahan airmataku, meski cintaku pun sudah tak ada, tapi
baginya perasaan tak cinta waktu it adalah perasaan yang sebenarnya, dan akan
membawanya paha hal yang maha benar, dan dengan meninggalkanku, memutuskanku,
dan membuangku adalah keharusan agar kesialan yang terjadi di kehidupan nya yaaaaaaaang complicated ter cerahkan, aku meronta sebisaku memohon dia menarik semuanya dan berkata itu bohong, dia menghempasku menolehku dengan sangat jijik.
Ditengah ketidak berhargaanku aku berbisik dengan segenap
kelelahan dan hatiku yang terdalam pun keluar “aku kasihan dengan kehidupanmu yang
menyedihakn hingga aku bertahan! Kau fikir semua ini aku mengemisss, aku yang
selalu ada untuk mu itu adalah tulus? Semata-mata karena aku kasian dengan
kehidupanmuu!! Dan betapa tak tau dirinya kau saat ini!, “fine!” kataku di atas
darah yang bercecer dari mataku, ku fikir beberapa harga diriku telah terlepas
oleh ke tak tauan dirinya, aku mulai memungut
beberapa titik darah ayng menetes di lantai kamarku yang malang, tempat
dimana banyaknya kenangan yang ada
disini, yang dikelilingin dengan benda-benda yang merupakan aksesoris cinta
bodoh yang merujung pada si bodoh yang menyebut diirinya jenius.
Well bukan aku yang kalah mesti aku mengalah, Tak maukah dia
bersabar menanti alihan perasaannya akan ku? Tak sadarkah dia disaaat itu aku
juga merasakan hal yang sama, di saat cinta sudah pudar karena masalah hiudp yang bodoh dan dia tak ingin mencoba
lagi sedikitpun? Aku berkata jujur “memangnya
aku juga mencintaimu sekarang? Perasaan kita juga sama? Tapi takkah kau
mau menunggu beralihan itu pada kita? Kita telah punya pertalian batin, yang
kau rasakan pasti akan selalu sama, tapi aku mau menunggu demi setahun kita
panda” dengan air mata yang menderasss, tapi dia tak mau seditpun ,
Apakah dia tak memikikan sesuatu yang terlupakan jika dia
tetap bersikukuh membenarkan perasaan bodoh yang hanya sementara?
Dan aku? Aku tetapkah aku gadis bodoh yang lemah, aku yang
seperti ini menangisss sebisaku, memohon, dan mengemis dia jangan pergi, tapi
sudahlah ! aku telah melakukannnya, oke! Tapi itu hanya sekali. Dan tak akan
lagi.
Kini aku mencoba utuk hidup bodoh dengan air mata, tapi fine
KINI SAJA !, setalah ini, apapun yang
akan terjadi aku tak mau menoleh kebelakang, aku akan segera di jemput oleh
orang yang tuhan telah berikan untukkku.
Seseorang yang tentu tidak seperti dia lagi, seseorang yang
kan lebih kuat menjalani hidup,
seseorang yang tidak akan meninggalkan ku dengan situasi yang mengenaskan,
seeorang yang akan lebih bersabar bersamaku, mencintai kekuranganku, dan
seeorang yang akan menjadi pendampingku.
Memangnya dia fikir dengan ini hidupnya akna seribu kali lebih
baik? SALAH! Dengan melepasku, berari sama artinya dengan melepas nyawanya
sendiri, dia akna segera mati dengan mengenaskan, mencoba sok hidup? Tidak akan
bisa, sungguh tidak akan bisa, memintaku
lagi (nyawanya)? akan ku katakan dengan diam "mati saja kau"
Membahas tentang someone dari tuhan, kini mulai hadirrr, di sejuknya bulan ramadhan yang suci, berjalan di atas do'a-do's pedih yang terucap, bayangnya mulai ada di atas semua air mataku yang akan segera menenggelamkan
dunia, di tengah aku yang hamper sesak bernafas di saat gurun yang siap melumat
mayatku yang tak ter elakkan.
Someone said “ orang yang baik akan mendapatkan orang yang
baik pula” saat ini aku akan berfokus untuk memperbaiki diriku, menyatukan
puing-puing tubuhku yang tercecer dulu setelah aku terkumpul barulah aku siap
di jemput oleh nya…..bukan siapapaun ! hanyalah dia….someone kiriman tuhan di bulan ramadhan ^^ (as soon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
leave here