Ada banyak hal yang membuatku menjadi tak betah lagi
di lombok, barusaja di loombok dan merasakan kebosanana yang lucu, selain pembahasan tentang, kerja dimana? kapan pulang? terus oh uda ga kuliah ya? gak kerja? grrrrrrr *oh tolong siapa saja lemparin tepung ke muke gue biar identitas gue tersamarkan, di sini, daerah dimana aku dibesarkan dan dilahirkan, serta menetap, tempat
orang tuaku dan semua orang yang ku kenal dan mengenalku, well aku orang sini
dan semua keluargaku pun tak mempunyai keturunan ataupun darah keturunan dari
luar, tapi entah mengapa saat ini, ketika aku wisuda dan memutuskan untuk
sebentar saja ke lombok , aku yang beberapa hari disini dan telah bosan seperti
memasuki dunia yang asing yang tak pernah ku jumpai sebelumnya, dan tak ingin
ku singgahi karena aku telah mempunyai tempat yang menurutku nyaman dan kau
berada disana.
Yah, aku memang orang lombok dan pulangnya ke lombok,
tapi keadaan yang menimpaku kini aneh aku orang lombok yang merindukkan bali,
di bali? Siapakah saudaraku disana, keluargakah? Pun tak ada hanya ada beberapa
rekan dan teman saja, akupun tak lagi menjadi mahassiswa universitas udanyana
sejak 23 maret lalu, ini diluar aku yang mempunyai pacar disana, laki-laki yang
sangat mencintaiku dan sangat ku cintai pula dia berada dibali dengan
keluarganya yang telah menganggapku bagian dari mereka, tapi bukan itu, ini
magnet yang selalu menarikku tampa alasan, ini seperti bali sendiri there are
something called a undentificatied magnet yang selalu memanggil gue untuk
kembali pulang, yah as us know “pulang” itu identik dengan rumah, kampung
halaman dan semua yang berhubugnan dengan asal, but meh? Seakan tertanam di
hati gue, sekan gue adalah seorang yang asing, gue yang gak mengakuii tanah
kelahiran gue yaitu lombok, but aint like that! Ini terjadi secara alami dan
memang tak bisa ku bendung, dan lagi aku harus secara berat hati mengakuinya,
ini memang ada dan masih membuatku herman.
Banyak hal yang membuatku harus kembali dan tinggal
dibali, sebanyak alasan yang membuatku harus ku sadari kembali itu milik
lombok, aku bingung dan kebingunganku pun bingung mengapa hal ini harus ada di kebingunganku, finally i
found am camfused with this shit huh >< gue amat-sangat merinduuuu bali,
disana aku seperti menemukan diriku, bali seperti memberiku inilah aku, tetu
bukan nya negativ yang semua orang umumnya membuat betah di bali, dengan segala
gemerlap bali, ssisi gelap bali yang tak pernah akan ada habisnya di bbibir, yang
membuat orang justru ingin bali karena itu, mendatangi bali karena hal itu, di
aku justru tak pernah tau akan hal itu, tak pernah menyentuh dllnya.
Ketika menulis paragraf ke dua dari tulisan ini,
sepertinya aku di titik rindu bali baliku, “baliku” ahirnya kata itu keluar
juga dari alam sadarku yang aamat sadar,
sekarang masi jam 1: 26 tapi aku yakin
aku sadar, well, aku rinduuuu kosan ku yang ada di gang kuras wc tukad
pekerisan, kangan aku yang selalu menjemur cucianku di penjemuran yang sengaja
ku taruh disetengah depan pintuku agar au bisa markir depan kamarku, kangen
ngobrol dengan sa kun ikan peliharaanku yang ku tinggalkan sendiri di kamar
kosku sekarang, sudh makankah dia? , aku yang sebenarnya ngekos dengan tetangga
yang lumayan lombok tapi aku tak pernah mau tau, selalu cuek dan tak pernah mau
tau dengan mereka semua, aku yang selalu menjadwalkan weekend dengan panda,
selalu menjadwalkan jalan dengan teman-teman setiap harinya, aku yang selalu
berhijab kemanapun itu dibali, aku yang selalu menikmati makanan salad
buatanku, kadang onigiri buatanku, dan mie somethime, main ke tempet sari, aku
yang kadang kumpul ama anak formal dan menikatinya, aku yang
.................aku yang..............aku yang...... and many thing i does
there is magic and yall is never ever get here!!!, but am here dan aku merasa
kebalikan.
Hari-hari yang bosan, dan setiap detik pecundang yang
kurasakan begitu dalam DISINI , i dont know but....it’s real huh! ><
semua membosankan! Seperti bukan aku , paadahal aku orang sini, lahir disiini,
sekolah disini, dibesarkan disini, semua keluargaku disini, dan sekarang aku
kembali disini dan aku malah merindukan bali yang bukan milikku.
Entahlah, aku tak tau ini alami, bukannya ku mau
merasa aku tidak mengakui llombok kareana lebih rendah dari bali, tak maju dan
dipenuhi dengan orang yang ber sdm lebih rendah dari orang bali, lebih maju
dari bali dan semua lebih-lebih bali, bukan ! bukan karean itu, tapi akupun tak
tau. Tetep akan ku usahakan untuk cepat kembali ke bali... i miss bali so bad
><
