Kembali di tempat duduk ini, di meja reception ini, di
kesibukan ini, masalah ini dan dailyku sebagai seorang reception di mai mesaree
villa sanur ini.
Di villa yang beralamatkan di jl. Sedap malam 88 sanur, sudah
memasuki bulan ke 2 aku bekerja di sini, sejak hari pertama ku di 28 mei lalu, ku
rasa aku harus membetahakn bekerja di sini max 1 tahunan, mengingat ketatnya
persaingan mencari kerja saat ini, serta aku yang tak punya pengalaman sama
sekali setelah tamat pada 23 maret kemarin dari universitas udayana jurusan
bahasa d3 jepang, dan menimbang lagi aku yang memang sangat butuh pekerjaan. Bersyukurlah
aku disini dan mencoba menyesuaikan semua yang baru ini, dengan masalah yang
lumaayan, dengan orang-orang yang berbagai karakter di sini.
Hari ini, di villa sedang ada wedding, yang nikah ya orang sini
bali, aku ga ngerti detail orangnya gimana, setahuku si cowo kayaknya dari bali
dan perempuannnya dari Jakarta, pesta berlangsung meriah, mulai dari 16:00
sampai dengan 22:00, stendding party dengan finger food, mereka menyewa all villa dan semuanya penuh,
para undangan pun dating dengan koleksi busana glamor yang lumayan waaah, aku
yang pertama kali ada event wedding kayak gini, merasakan ke glamouran party
yang berlangsung, (sampai disini aku nulis aku sadar satu dari kekurangn
post-post ku adalah kurangnya menggunakaan gambar atau video, untuk menunjang
kekerenan dank e eksisan tulisanku, maybe next).
Seiring dengan bayaknya masalah gue terus belajar berkembang
disini, bisa menghadapi orang-orang di sekeliling ku, menjadi biasa-biasa saja
dengan kegentingan yang ada, menjadi sasaran yang empuk emang kepada seluruh
penjilat yang ada di seluruh muka bumi ini, but weel, let’s see ^^. Gue dengan
semua keterbatasan dan kebodohan ini, dengan adanya, awesome nya, miracle nya
tuhan yang maha segalanya, gue menjadi lil awesome di segelintir semua yang
berdiri dengan keanehan dan kepentingan masing-masing (yokatta).
Huuufhh, udara villa yang ku hirup sangat segar sekali, di mai
mesaree villa ini ada 3 villa, yaitu sandat yang susah banget aku ngafalinnya
di awal, cempaaka yang paling besar, dan jepun yang di villa nya ada
semacam rumah-rumah yang gitu deh bagus,
banget, biasa orang-orang yang honeymoon di taro di sana, bagus sihhh ^^. Di sekeliling
villa juga ada banyak banget pohon jepun yang biasanya kalo ada anak bule yang
nginep disini pasti maenan bunga jepun hihihi ^^
Nah, semenjak gue kerja disini juga aku banyak tau karakter
tourist, dari yang kere nan rempong sampai denngan tamu yang super baik banget
nan royal, gue jadi seneng banget sih kalo ada tamu yang bawa tamu anak-anak,
soalnya gue bisa nonton kartun, maenan kembang
jepun dan melalukan hal bodoh
bersama.
Ada banyak pelajaran hidup yang gue dapatkakn setelah bekerja
di mai mesaree, termasuk yang ngomongnya harus English everyday gitu deh, ya
aku sih, agak kurang di English sekarang, tapi English yang ku bina dari kursus
di esempe dulu jadi bangkit, seiring
dengan sifat pelupa gue yang amat sangat tragiss dan huhhhhhh banget dah.
diAntara pelajaran yang bisa aku ambil selain pelajaran cara
menghadapi dengan polos saat kamu di olemin aku juga belajar menyanggul rambut
biar terliah lucuuu gitu aja si, hahhahahahhaha, sekarang sanggulan gue mulai menunjukkan
kemajuan setelah yang awalnya aku disini, sanggulan gue yaaaa salaaaaam, aneh
bin ajaib bagnet, nh ya aku udah yang
naro 2 jepitan kembang jepun yang warna-warni terus abis itu gue pake konde jarring,
plus lagi jepitan yang nyakitiiiin banget di kepala gue kalo gue uda pake helm
gitu, huhhhhhhh huuuuhh gimana gitu, bayangin sendiri deh gimana guenya.
Dengan suguhan akses full internet yang villa kasi ke gue
ampe gue suka pegel-pegel banget deh karena kelamaan di kursiii
cyiiiiiiiiiiiiiiiiin, apalagi kalo gue masi ngambil part time di JF.raja
kartuun, buiiiiiiiiiiiiiih gue yang emakkk sumpahh yang amat sangat pegal
memang, 30 menit di atas motor, dan gue
disanan pun kerja duduk, sebenarnya gue masih terhitung kerja jadi asisten
bahasa jepang si di ada perusahaan jepang, ada staff jepang yang ga bisa bahasa
Indonesia jadi gue jadi asistennya dia buat honyaku aja sih, cumin ya giamna
dong, gue Cuma di bayar 5000 perak aja / hari, sedangkan gue menyisihkan 10.000
gue setiap harinya kesana, belum energy dan
fikiran gue yang uge kerahkan memang ke sana.
Dari awal gue kerja disana, mereka ngasih gue banyak banget sukudai setiap harinya,
kanji-kanji gitu sih, awalnya gue yokatta baget sih sebelum tau gajinya berapa,
setelah tau gue Cuma dapet 5.000 perak aja, gue mundur dengan teratur, alas an terakhir
gue si gue lagi ada matsuri 10 hari, mungkin mereka juga menyadari nya dari
tindak tanduk gue yang memakai banyak alasan setiap kalinya gue bilang gue ga
bisa masuk kerja.
